Breaking NewsKeluhan WargaSorotanSumut

Disinyalir Alasan Camat Batang Kius Tumpukan Sampah Liar Di Rumija

746
×

Disinyalir Alasan Camat Batang Kius Tumpukan Sampah Liar Di Rumija

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang, informasirakyat.com

Disinyalir hanya alasan Camat Batang Kius tumpukan sampah liar yang di ruang milik jalan ( Rumija ).

Tumpukan sampah di ruang milik jalan ( rumija ) yang terdapat di sejumlah titik di kecamatan Batang Kuis menjadi senjata bagi pihak kecamatan agar penanganan sampah semata kesalahan masyarakay.

Sebutan sampah liar atau sampah kiriman sudah tidak asing di kalangan pegawai Bidang Kebersihan di kantor Camat Batang Kius.

Begini penjelasan Camat Batang Kius melalui  Kasi Kebersihan Kantor Camat Batang Kius kab Deli Serdang Linda kepada awak media ini ( 12/04 ) di ruang kerjanya.

Sampah yang bertebaran di pinggir jalan itu adalah sampah liar, bukan sampah masyarakat desa setempat

Ada kejadian beberapa waktu lalu, ditemukan tumpukan sampah sepatu mencapai satu mobil pick up dan sampah itu dari daerah kecamatan Percut Sei Tuan, sebut Linda.

Ditanya apa tindakan pihak kecamatan Batang Kuis, apakah menyurati Camat Percut Sei Tuan, malah penjelasan Kasi Kebersihan plin plan.

Jadi kami mengajak warga tersebut ikut bergotong royong dan sanksinya warga dimaksud diminta membersihkan sampah selama tiga hari, sebut Linda.

Untuk petugas kebersihan di sejumlah ruas jalan protokol, jalan utama lainnya, menugaskan 37 orang terdiri dari petugas kebersihan, Kernek, Supir dan tukang babat dengan honor Rp 1,9 juta / bulan, tegas Linda.

Sementara berdasarkan Perda tentang Penanganan Sampah pada pasal 16 ayat 2 Kegiatan pengumpulan sampah sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 13 huruf b meliputi :
a. skala permukiman, menjadi tanggung jawab kecamatan dengan
mengoordinir petugas kebersihan yang berada di wilayah kecamatan.

Dan pada pasal 17 ayat 1 Pengangkutan sampah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf c
dilakukan oleh :
a. kecamatan dan/atau pengelola sampah yang dibentuk dan dikoordinir oleh camat yang melibatkan setiap kepala desa/lurah
untuk mengangkut sampah dari setiap rumah tangga ke TPS/TPS 3R.

Dengan demikian tidak ada alasan buat Camat Batang Kuis sampah yang ada di rumija sampah liar atau sampah kiriman.

Apa lagi belanja jasa petugas kebersihan yang ditampung di APBD ratusan juta. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *