Deli SerdangHot NewsKeluhan Warga

Pemecatan Kadus Sederhana Desa Sekip Simpan Misteri

941
×

Pemecatan Kadus Sederhana Desa Sekip Simpan Misteri

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | informasiRakyat.com

Pemecatan kepala dusun ( Kadus ) Sederhana Desa Sekip Kec Lubuk Pakam Kab Deli Serdang ( DS ) simpan misteri

Pasalnya Rahmad Maulana mantan Kadus Sederhana yang diberhentikan dalam surat peringatan mengaku tidak sesuai dengan kenyataan atau faktanya.

Demikian dikatakan Rahmad Maulana ( 39 ) tahun kepada awak media ini pada ( 22/01 ) terkait pemberhentiannya yang tak dasar.

Menurut Rahmad Maulana, dia diberhentikan menjadi Kadus karena tidak bersedia menandatangani surat tanah yang belum jelas diketahui asal usulnya yang disodorkan Sekdes.

Bang mana mungkin saya tanda tangan surat tanah yang tidak saya ketahui luas dan lokasinya, ujar Rahmat.

Saya bekerja sesuai prosedur, selama tiga tahun menjabat Kadus dimasa kepemimpinan Kades sebelumnya, tidak pernah melakukan semacam ini, sebutnya.

Kades yang baru menjabat delapan ( 8 ) bulan berkuasa sudah melakukan seperti ini dan karena tidak diikuti kemauannya malah memberhentikan saya secara sepihak, katanya.

Dalam surat peringatan ( SP ) 1 hingga ( SP ) sudah saya jelaskan namun tetap dibuat, saya bekerja tidak sesuai aturan, semua jawaban saya dituangkan di setiap SP namun tidak menjadi pertimbangan kepada Camat dan instansi terkait lainnya, kata Rahmad.

Jadi surat peringatan itu hanya akal akalan Kades untuk memberhentikan saya, paparnya.

Sementara kepala desa (Kades) Sekip Rahmad melalui telp whatsApp tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci, bahkan seolah ada yang ditutup tutupi.

Indikasi itu cukup jelas, sebab Kades Sekip terkesan buang badan, dengan mengarahkan awak media ini konfirmasi ke Sekdes.

Silahkan konfirmasi kepada Sekdes menyangkut pemberhentian Kadus Rahmad Maulana, kata singkat.

Ketika Sekdes  Iskandar Pulungan dikonfirmasi melalui telp whatsApp, Sekdes mengatakan konfirmasi soal pemberhentian kadus, yang berwenang memberikan penjelasan adalah Kades bukan Sekdes.

Lagian yang mengetahui persoalan tersebut secara rinci adalah Kades bukan saya, bahkan saya juga diberikan SP 1, terang  Iskandar.

Sekali lagi itu ranahnya Kades, bukan saya, tutup  Sekdes. ( Tim  ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *