Breaking NewsOrganisasiSorotanSumutTapanuli Selatan

Soal Kasus Korupsi Dana KONI Tapsel, Perkembangan Pemeriksaan Di Kejari Simpan Misteri

418
×

Soal Kasus Korupsi Dana KONI Tapsel, Perkembangan Pemeriksaan Di Kejari Simpan Misteri

Sebarkan artikel ini

Tapsel, informasiRakyat.com

Soal kasus korupsi dana Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Tapanuli Selatan ( KONI Kab Tapsel  ) dari tahun 2019, 2020 dan 2021, perkembangan pemeriksaan di Kejaksaan Negeri ( Kejari  ) Tapsel menyimpan misteri.

Kepada awak media ini, dikatakan pemeriksaan kasus KONI jalan, saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan ( BPKP  ) tentang kerugian negara.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari  ) Antoni Setiawan, SH, MH melalui Kasi Intel Gunawan Marthin Panjaitan, SH kepada awak media ini melalui whatsApp pada ( 08/12 ).

Yang telah diperiksa pastinya pihak KONI tahun 2019, 2020 dan 2021 dan besaran kerugian negara masih berkoordinasi dengan BPKP karena menyangkut dana hibah, tegas Kasi Intel Kejari Tapsel.

Ditanya lagi inisial yang diperiksa dan jumlah yang diperiksa,  ternyata informasinya benar benar ditutup ke publik.

Kasi Intel hanya mampu menjelaskan begini,  pastinya yang diperiksa KONI tahun 2019, 2020 dan 2021 serta jumlah kerugian negara masih berkoordinasi dengan BPKP karena menyangkut dana Jonah.

Pada hal kasus dugaan korupsi KONI Tapsel telah ditangani Lima ( 5 ) bulan kurang lebih.

Untuk inisial dan jumlah yang diperiksa tidak dapat diakses informasinya, bukankah ini menyangkut kinerja dan integritas Kejari Tapsel selaku aparat penegak hukum ( APH  ).

Kalau ditelisik ke belakang, sorotan soal kasus korupsi di KONI Tapsel luar biasa, bahkan waktu itu sejumlah lembaga turun ke jalan, menyuarakan agar kasus tersebut diusut sampai tuntas dengan mengedapnkan hukum menjadi panglima tertinggi.

Aksi tersebut adalah memberikan dukungan sekaligus kepercayaan kepada Kejari Tapsel selaku penegak hukum,  tidak gentar dan ragu menegakkan hukum kepada siapa pun yang terlibat tanpa tebang pilih, karena diyakini diluar pihak KONI ada yang terlibat.  ( Red   ).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *