BeritaBerita AnakHot NewsKesehatanNasional

Warning..!! Anak Gagal Ginjal Akut Di Indonesia Terus Meningkat

526
×

Warning..!! Anak Gagal Ginjal Akut Di Indonesia Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

     Jakarta | InformasiRakyat.com

Badan Dunia intik urusan kesehatan WHO melaporkan ditemukan 69 anak dibawah lima tahun di Gambia Afrika Selatan meninggal dunia karena gagal ginjal akut akibat mengkonsumsi obat Batuk sirup yang mengandung bahan kimia estilen Glikok dan Deitelen Glikok.

Kejadian itu membuat WHO meresponnya agar dunia waspada terhadap bahan kimia estilen Glikok dan Deitelen Glikok.

Sementara itu Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan kepada masyarakat luas bahwa di Indonesia ditemukan 602 anak gagal ginjal akut.

Rata-rata usia anak korban gagal ginjal progesif itu dilaporkan berusia dibawah 5 tahun.

Namun IDAI tidak melaporkan berapa anak yang meninggal dunia, dan apa faktor penyebab anak bisa mengalami gagal ginjal akut, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan persnya di kantornya di Jakarta, Kamis (20/10).

Lebih jauh Arist Merdeka menjelaskan, bahwa Direktur RSCM Jakarta dalam keterangan pressnya melaporkan bahwa sejak Januari-Oktober 2022 RSCM menerima 49 Anak dibawah 8 tahun dan paling muda berusia 8 bulan untuk mendapat perawatan Gagal Ginjal Akut.

Menurut laporan itu, angka kematiannya mencapai 63 persen dari 49 anak, 11 anak masih mendapat perawatan di RSCM, 10 anak ditawat di ICU dan 7 anak sudah pulang.

Lebih jauh Direktur RSCM dr. Lia dalam keterangan pressnya menyatakan untuk mengetahui faktor penyebabnya akan segera melakukan penelitian mendalam terhadap apa apa saja penyebab anak menderita gagal ginjal akut.

Dirut RSCM lebih jauh menjelaskan bahwa anak sebelum mendapat perawatan di RSCM ke 49 anak korban sudah membawa kondisi kesehatan bawaan seperti demam tinggi, muntah2, kekurangan cairan di ginjal. gangguan saluran pencernaan dan gangguan pernafasan dan sudah kesulitan buang air kencing.

Kondisi ini semakin membuat masyarakat semakin panik, dimana IDAI Jatim melaporkan bahwa di
RS Dokter Soetomo Surabaya dilaporkan 13 anak menderita Gagal Ginjal Akut, 10 anak meninggal dunia.. dan di RS Syaiful Anwar di Malang dilaporkan 6 orang anak dirawat karena gagal ginjal, 2 diantara meninggal dunia.

Di RS Adam Malik Medan dilaporkan dari 11 anak yang mendapat perawatan gagal ginjal akut, 6 meninggal dunia dan di Yogjakarta dilaporkan 5 meninggal dunia.

Di Aceh ditemukan, 31 anak gagal ginjal akut 20 anak meninggal dunia dan di Jambi 2 anak meninggal setelah cuci darah.

Sementara itu, Di DKI Jakarta dilaporkan 71 anak usia dibawa 5 tahun positif gagal ginjal akut namun tidak melaporkan berapa anak meninggal dati 71 anak korban gagal gonjal.

Mengingat meningkatnya anak menderita gagal ginjal akut dan diduga karena keracunan bahan kimia Estilen Glikok dan Deitelen Glikok yang terkadung diberbagai obat dan sirup terutama Paracetamol, Thermotex Sirop, membuat Kementerian Kesehatan membuat pengumuman kepada para pekeja kesehatan dalam surat edarannya untuk Tidak merekomendasi pemberian Paracetamol, Thermorec dan Unibebi Sirup, dan meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tidak memberikan sirup Paratenamol, Thermorex dan Unibebi kepada anak, dan jika ada anak mengalami demam, sesak nafas.

Gangguan buang air seni jangan langsung memberikan obat obat bebas deman tanpa konsultasi dokter.

Meningkatnya kasus Anak Ginjal Akut di Indonesia, membuat masyarakat panik, juga para pekerja peduli anak di Indonesia, geram dan menilai gagalnya pemerintah hal ini Kementerian Kesehatan memberikan jaminan kesehatan kepada anak di Indonesia.

Bagaimana tidak, sesungguhnya pemerintah melalui RSCM sudah mengetahui kasus anak gagal ginjal akut, namun baru di bulan oktober ini pemerintah melaporkannya dan langsung panik padahal sudah diletahuinya sejak bulan Januari 2022, namun dibiarkan, jelas Arist.

Untuk memberikan perlindungan anak dari ancaman Gagal Ginjal Akut, Kommas Perlindingan Anak membuka Posko Waspada anak gagal ginjal akut di Kantor Komnas Anak dan di beberapa kantor perwakilan Komnas Perlindungan di beberapa kota. Kabupaten dan kota Propinsi.

“STOP Paracetamol. Unibebi dan Thermorex Sirup”

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *