BeritaBerita AnakBreking NewsDeli SerdangKeluhan Warga

Puluhan Orang Tua Geruduk SMPN-I, Dugaan Pungli Resahkan Wali Murid

515
×

Puluhan Orang Tua Geruduk SMPN-I, Dugaan Pungli Resahkan Wali Murid

Sebarkan artikel ini

 

 Deli Serdang | InformasiRakyat.com –

Para Orang Tua Geruduk SMPN-I, Dugaan Pungli Resahkan Wali Murid. Berdasarkan pemberitaan media online yang beredar di masyarakat mengenai SMPN-1 Lubuk Pakam Melakukan Pengutipan Liar (Pungli) Ke Siswa-Siswi, menuai dukungan dari berbagai pihak masyarakat mulai dari orang tua wali murid, praktisi hukum,pemerhati pendidikan dan sampai anggota Dewan

Berketepan hari ini sabtu (15/10/22) para orang tua wali murid hadir di sekolah tersebut dalam rangka mengambil hasil ujian bulanan anak- anak mereka

Saat kegiatan ini berlangsung para orang tua wali murid saling berbisik-bisik sesama mereka dengan mengatakan.

” cocok nya itu di beritakan biar kapok Kepala Sekolah itu, ada juga diantara mereka mengatakan mengenai soal uang paguyuban itu, ” jujur sebenarnya saya kurang setuju tapi selaku orang tua/wali murid terpaksa kita setujui. ” ujar salah satu orang tua murid dengan rasa kecewa.

Salah satu orang tua murid inisial AS, bertanya kepada salah satu guru kelas (identitas dirahasiakan),soal kemana sih uang dana BOS, dipergunakan sampai-sampai dari paguyuban membeli sapu,gorden, taplak meja, pot bunga, mengecat ruangan kelas.? 

Guru kelas tersebut mengatakan.

Kami tidak tahu menahu kemana Kepala Sekolah pergunakan dana BOS, karena kami para guru tidak dilibatkan soal penggunaan dana BOS. “jalasnya

Berdasarkan keterangan para orang tua wali murid dan keterangan guru kelas dapat disimpulkan. Bahwa kuat dugaan Kepala Sekolah SMPN -1 Lubuk Pakam Elfian Lubis.S.Pd,M.Si telah menyalahi aturan kewenangan jabatan dan frofesi serta di duga telah melakukan korupsi dana BOS

Menurut orang tua murid JTL mengatakan.

“guru inisial MTG yang telah berkata kepada anak saya tidak tahu diri akan kita adukan ke Dinas Pendidikan, Dinas Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia dan Komisi Perlindungan Anak (KPAI), sebab guru tersebut telah menghina, membuli, dan melecehkan harkat dan martabat anak saya

Ditambahkannya, ” akibat penghinaan itu,anak saya jadi tertekan, malu dan secara pisikologi jadi trauma.

Dan mengenai penggunaan dana BOS akan kita adukan ke Inspektorat, Kepolisian serta Kejaksaan.” jelasnya dengan nada kesal. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *